(Part 2) Pokoknya selama di atas perahu—gue sebenernya gak tau pasti itu namanya perahu apa buka, soalnya bunyi mesinnya kenceng banget— kami dua Deot cuma duduk dengan tegang anteng di atas perahu tanpa berani ngapa-ngapain. Ketua umat yang bareng kami c uma nyengir-nyengir aja ngeliatin kami *padahal orangnya duduk membelakangi kami, gimana mau liat kami coba? Gue tau dia nyengir juga gimana kalau dia duduk membelakangi kami?*. Hingga pada akhirnya kami pun turun dengan lemes selamat. Jantung pun sudah mulai beristirahat setelah kurang lebih 5 menit berolahraga. Keringat mengucur, hingga ketek pun basah Setelahnya, kami makan, menunggu beberapa orang sebentar, pergi ke gereja, menunggu lagi sebentar, lalu kami misa. Akhirnya perjalanan pun selese. Yang menandakan kami harus pulang kembali ke kota cantik Palangkaraya. Dan juga berarti kami harus menyebrang lagi dengan menggunakan perahu yang sama. Entah mengapa, tidak ada rasa takut seperti sebelumnya yang gue ras...